Penyakit Layu Bakteri

Dipublish pada 19-11-2018

Penyakit layu bakteri ini sering ditemukan menyerang tanaman jahe di daerah tropis dan sub tropis yang beriklim lembab. Indonesia merupakan tempat favorit penyakit ini, serangannya dapat menyebabkan kehilangan produksi rimpang jahe hingga 90 % !!. Penyakit ini dapat dikatakan sebagai salah satu OPT utama dalam budidaya tanaman jahe. Pada umumnya gejala penyakit layu bakteri mulai muncul pada saat tanaman berumur 3 atau 4 bulan, ini terjadi dan dialami misalnya oleh para petani jahe di Cianjur. Gejala penyakit biasanya diawali dengan terjadinya daun-daun yang menguning dan menggulung. Gejala menguning pada daun tersebut pada umumnya dimulai dari bagian tepi dan berkembang keseluruh helaian daun (Lihat gambar A ). Penyakit Layu BakteriSelanjutnya seluruh bagian daun menjadi kuning, layu, kering, dan tanaman menjadi mati. Pada bagian pangkal batang yang sakit terlihat gejala busuk kebasahan atau ”water soaked”. Pada batang yang sakit sering terlihat adanya garis-garis membujur yang berwarna hitam atau abu-abu yang merupakan jaringan yang rusak. Tanaman yang sakit batangnya akan mudah dicabut dan dilepas dari bagian rimpangnya. Apabila batang ditekan, dari penampang melintangnya akan terlihat adanya eksudat (cairan) bakteri yang keluar yang berwarna putih susu yang baunya khas sangat menyengat. Untuk identifikasi panyakit layu bakteri ini di lapangan, mudah diketahui dengan cara memotong batang tanaman yang terinfeksi dan menekan penampang batangnya. Adanya eksudat bakteri berupa cairan yang berwarna putih susu dan berbau khas yang keluar dari permukaan potongan batang menandakan tanaman sudah terserang layu bakteri. Selain itu, potongan batang juga dapat dimasukkan ke dalam air di dalam gelas transparan. Adanya aliran eksudat bakteri yang keluar dari penampang melintang batang menandakan tanaman sudah terinfeksi layu bakteri.