Serangan Nematoda

Dipublish pada 19-11-2018

Terdapat beberapa jenis Nematoda parasit di Indonesia yang berasosiasi (bergabung, berhubungan – red) dengan tanaman jahe, di antaranya adalah Meloidogyne incognita, Meloidogyne javanica, Radopholus similis, Pratylenchus coffeae, Tylenchus sp., Helicotylenchus sp., Rotylenchus sp., Aphelenchus sp., Ditylenchus sp., Pratylenchus sp. (Djiwanti 1989; Mustika 1991; 1992). Di antara nematoda tersebut, jenis nematoda yang paling sering menyerang dan merugikan adalah nematoda buncak akar Meloidogyne spp. dan nematoda pelubang akar R. similis; karena tingkat populasi dan frekuensi keberadaannya cukup tinggi. Di India, M. incognita and R. similis merupakan spesies yang penting pada jahe (Sheela et al. 1995). Di daerah negara Fiji, serangan R. similis pada jahe dapat mengurangi produksi sebesar 40% (Williams 1980); sedangkan Meloidogyne spp. di Queensland dilaporkan dapat mengurangi hasil sampai 57% (Pegg et al. 1974). Selain mengurangi produksi, serangan nematoda juga dapat menurunkan kualitas dan menghambat ekspor. Pada tahun 1991, ekspor jahe Indonesia ke Jepang dan USA ditolak karena rimpangnya mengandung R. similis (Suparno 1996; Puskara 1994). Nematoda parasit tersebut di atas hampir ditemukan di setiap pertanaman jahe di Indonesia, antara lain Bengkulu, Jawa Barat dan Sumatra Utara (Mustika 1991). Penyebaran nematoda dapat terjadi melalui tanah, alat-alat pertanian, migrasi alamiah dan aliran air hujan. Penyebaran yang lebih luas lagi terjadi melalui rimpang yang terinfeksi, yang kemudian dijadikan benih. Pengendalian nematoda parasit pada jahe pun ternyata menjadi cukup sulit, karena selain dapat terbawa benih, air dan tanah, nematoda terutama nematoda buncak akar Meloidogyne spp. mempunyai kisaran inangnya cukup luas dan persisten di dalam tanah. Selain pada jahe, R. similis dan Meloidogyne spp. juga menyerang tanaman temu-temu lainnya, seperti lempuyang hitam (Z. ottensii), lengkuas (Alpinia galanga), kunyit (C. domestica), temulawak (C. xanthorrhiza), temu putih (C. zedoaria) dan kapolaga (Elettaria cardamomum). Di dalam tanah, R. similis bertahan hidup selama 6 bulan (Dropkin, 1980). R. similis dapat bertahan selama 3 bulan sampai 1 tahun dalam rimpang jahe yang disimpan pada keadaan suhu kamar. Pada inang yang cocok, siklus hidup R. similis berlangsung selama kurang lebih 3 minggu untuk satu generasi. Dalam biakan potongan wortel siklus hidup R. similis adalah 35 hari pada suhu 20 – 30° C dengan suhu optimumnya 27° C (Mustika 1990).