Hama-Hama yang Menyerang Tanaman Jahe

Dipublish pada 18-11-2018

Tanaman jahe ( Zingiber officinale ) ialah tanaman rimpang yang sangat populer sebagai rempah-rempah dan sebagai bahan obat. Rimpangannya berbentuk jemari yang menggembung diruas-ruas tengahnya. Rasa yang dominan pedas yang disebabkan senyawa keton bernama zingeron. Jahe ini termasuk suku Zingiberaceaa. Tanaman jahe ini tidak tumbuh dengan begitu saja jika kita biarkan, tanaman yang berkhasiat ini memiliki musuh juga saat dalam proses masa pertumbuhan. Musuh pada tanaman jahe yang menyerang yakni biasa dikenal dengan hama. Terkadang pula ada jenis bakteri-bakteri yang mengganggu tanaman jahe hingga membuatnya menjadi tidak sehat ( terkena penyakit ). Hal-hal inilah yang menyebabkan penurunan yang tidak berkualitas pada jahe yang tidak dapat memenuhi sesuai dengan banyaknya permintaan.Hama tanaman jahe yaitu, kepik, ulat, lalat rimpang, kumbang, ulat penggerek akar, dan kutu daun. Kepik dengan nama latin Epilahra sp. merupakan hama utama yang menyebabkan daun berlubang. Ulat penggerek akar atau nama latinnya Dichorcrosis puntiferalis menyebabkan akar jahe mengering dan mati. Kumbang yang menyerang jahe adalah spesies Araeceras fascicuaris dan Lasioderma serricorae. Lalat rimpang menyebabkan kerusakan rimpang jahe menjadi busuk atau lapuk. Kutu daun yang biasa menyerang adalah kutu perisai (Aspeidiella hartii). Kutu ini menyerang tanaman jahe pada bagian daunnya, karena sari pati daun diserap. Gejala dapat terlihat pada daun yang mulai menggulung, menguning, layu dan kemudian mati.